Sabtu, 09 Maret 2013

Penjelasan Direct dan Indirect Speech (Reported Speech)


- Direct dan Indirect Speech merupakan materi grammar bahasa Inggris yang banyak diajarkan di jenjang SMP dan SMA. Direct dan Indirect Speech atau yang biasa disebut Reported Speech ini menjadi langganan bentuk soal yang sering keluar di UN baik untuk SMP dan SMA.

Atas dasar begitu pentingnya materi Direct dan Indirect Speech ini, maka pada kesempatan kali ini penulis memberikan penjelasan mengenai Direct dan Inderct tersebut dengan lengkap kepada pengunjung sekalian. Semoga bermanfaat.

Direct dan Indirect Speech

Ketika kita merubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, ada beberapa hal yang mengalami perubahan diantaranya perubahan struktur kalimat, tensis, pronoun (kata ganti orang), keterangan waktu dan tempat (Adverbs of time and place).

Sebelum melangkah jauh ke sub-pembahasan tersebut di atas, alangkah baiknya ada juga mengerti tentang apa yang dimaksud Reporting Speech dan Reported Speech.


Reporting Speech adalah bagian dalam kalimat direct speech yang di tandai oleh tanda petik (") dan di akhiri oleh tanda petik (").
  • He said, "I have a present for you in my bag."
  • He asked me, "why do you come late."
Sedangkan Reported Speech adalah baigan awal dari kalimat direct speech.
  • He said, "I have a present for you in my bag."
  • He asked me, "why do you come late."
Untuk itu, pada artikel ini penulis sengaja membagi beberpa sub-penjelasan mengenai direct dan indirect speech berdasakan perubahan-perbuahan di atas.



1. Perubahan Stuktur kalimat

Jika kita lihat pada kalimat direct speech, terdapat ciri-ciri yang identik yaitu terdapat tanda petik ("). Tada petik tersebut merupakan cara yang sering digunakan untuk membedakan mana yang direct atau yang indirect.

Ketika klimat direct speech tersebut dirubah menjadi kalimat indirect speech, tanda petik tersebut pun dihilangkan atau digantikan dengan kata "that" atau "to" (untuk kalimat perintah). Misalnya:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said, "I have a present for you in my bag."
He said that he had a present for me in his bag.
02
He asked me, "why do you come late."
He asked me why I came late.
03
He orderd me, "don't bring a bag."
He ordered me to didn't bring a bag.

Perubahan struktur kalimat juga terjadi jika pada direct speech menggunakan kalimat tanya, maka akan dirubah menjadi kalimat afirmatif (berita).

Untuk kalimat direct speech yang menggunakan kalimat tanya "yes-no question" maka akan dirubah menjadi if/whether. Contohnya:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
They asked me, "Do you want to join us to play football?"
They asked me if/whether I want to join them to play football.
02
He asked me, "Does she want to mary me?"
He asked me if/whether she wants to mary her.

Untuk kalimat direct speech yang menggunakan 5W1H question (Why, Who, What, When, WHere, How), maka akan dirubah menjadi kalimat afirmatif dengan cara sebagai berikut:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He asked me, "why do you come late?"
He asked me why you came late.
02
He asked me, "what does she eat?"
He asked me what she ate.
03
He asked me, "when did you come?"
He asked me when I came.
04
He asked me, "who are you?"
He asked me who I was.
05
He asked me, "who is she?"
He asked me who she was.

2. Perubahan Tensis (Tenses)

Seperti yang dijelaskan dimuka, perbuahan dari direct ke indirect juga mempengaruhi tensis yang digunakan. Kebanyakan siswa sulit memahami perubahan yang satu ini. Untuk itu, penulis sengaja membuatkan tabel perubahan tensis agar mudah dimengerti.

Di bawah ini adalah tabel Perubahan Tenses dari direct speech ke indirect speech.

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
Simple Present
Simple Past
02
Present Continuous
Past Continuous
03
Present Future
Past Future
04
Present Perfect
Past Perfect
05
Present Perfect Continuous
Past Perfect Continuous
06
Simple Past
Past Perfect
07
Past Continuous
Past Perfect Continuous

Atau bisa lebih dipermudah dengan tabel berikut di bawah ini, yaitu:

No
Direct Speech
Indirect Speech
01
V1 (eat)
V2 (ate)
02
V2 (ate)
Had + V3 (had eaten)
03
Am/is/are
Was/were
04
Do/does
Did
05
Do/does not
Did not
06
Did not
Had not + V3
07
Was/were
Had been
08
Am/is/are + V-ing
Was/were + V-ing
09
Was/were +V-ing
Had been + V-ing
10
Has/have + V3
Had + V3
11
Will/shall/can/may/must
Would/should/could/might/had to
12
Could/might/should/would + V1/be
Could/might/should/would + have+ V3/been

3. Perubahan Pronoun

Perubahan pronoun dan possessive tergantung kepada sabjek dan objek yang dipakai di direct speech (kalimat langsung) yang tentunya mempengaruhi perubahan pronoun pada indirect speech (kalimat tidak langsung).

  • Kata ganti orang pertama (I dan We) pada reporting speech (lihat penjelasan di awal) berubah sesuai subjek yang ada di reproted speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said, ‘I am busy.’
He said that he was busy.
02
She said, ‘I am unwell.’
She said that she was unwell.
03
I said, ‘I will be late.’
I said that I would be late.
04
They said, ‘We will not permit this.’
They said that they would not permit that.
05
We said, ‘We need to buy some clothes.’
We said that we needed to buy some clothes.

  • Kata ganti orang kedua (You) di reporting speech pada direct speech berubah sesuai objek pada reported speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said to me, ‘You have to come with me.’
He told me that I had to go with him.
02
She said to me, ‘You can go.’
She told me that I could go.
03
She said to him, ‘You can go.’
She told him that he could go.
  • Kata ganti orang ketiga (He, she, it dan they) pada direct speech tidak mengalami perubahan ketika dirubah ke indirect speech.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
He said, ‘She is a good girl.’
He said that she was a good girl.
02
She said, ‘They have invited us.’
She said that they had invited them.
03
They said, ‘He does not have the necessary qualifications.’
They said that he did not have the necessary qualifications.
4. Perubahan Keterangan waktu dan tempat (Adverbs of time and place)

Tidak cuma itu, dalam perubahan dari direct speech ke indirect speech juga mempengaruhi adverbs khusunya adverb of time (keterangan waktu) dan adverb of place (keterangan tempat). Untuk itu anda wajib memahami tabel di bawah ini.
No
Direct Speech
Indirect Speech
01
Now
Then
02
To day
That day
03
Tomorrow
The next day
The day after
The following day
A day later
04
Next ...
The ... after
The following ...
05
Last ...
The ... before
The Previous ...
06
... ago
... before
... earlier
07
Yesterday
The day before
The previous day
The preceeding day
08
The day before yesterday
Two day before
09
Here
There
10
This
That
11
These
Those


Di bawah ini adalah contoh-contoh direct dan indirect speech untuk menambah pemahaman mengenai penjelasan di atas.
Direct Speech
Indirect Speech
(+)
He said, “I have a present for you in my bag.here”
He said that he had a present for me in his bag there.
(-)


He said, “I do not have a present for you in my bag”


He said that he did not have a present for me in his bag.
(?)


He asked, “Do I have a present for you in my bag?”


He asked me if/whether he had a present for me in his bag.
(?)


He asked me, “ Why do I have to have a present for you in my bag?
 He asked me why he had to have a present for me in his bag.
(!)

He ordered/commanded me, “Bring my bag here now!”

He ordered/commanded me to bring his bag there then.
(!)
He ordered me, “Don’t bring your bag here!”
He ordered me not to bring my bag there.

Menjawab Tuduhan Muslim Menyembah Kabah atau menyembah Hajar Aswad


Bismillahirrohmanirrohim…

Sebenarnya tuduhan muslim menyembah Ka’bah dan Hajar Aswad adalah fitnah basi yang sudah sering dibahas dimana-mana, cuma ya dasar debater Kristen udah bebal dari sononya dan memang ga kreatif, itu-itu aja yg dibahas, maka untuk kali ini saya bahas secara mendetail tentang Hajar Aswad. Semoga setelah membaca ini, mereka agak pinteran dikit.

Berikut ini bukti-bukti  Hajar Aswad bukan Allah, dan muslim tidak menyembah Hajar Aswad:
1.Jika berada dalam suatu tempat yang tidak diketahui arah mata anginnya, atau sedang duduk di dalam kendaraan yang jalannya berkelok-kelok, maka umat Islam boleh melakukan shalat dengan menghadap ke arah mana saja.

Karena Allah berfirman:

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah 115).


Ka’bah sebagai penentu arah sholat bukan objek yg disembah

“Palingkanlah  mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (QS.Al-Baqarah :144)

Jadi intinya bukan menyembah batu  tapi inti dari ajaran itu ialah ketundukan kepada Tuhan mereka. Pengakuan bahwa Allah itu Rabb mereka. Analoginya begini, misalkan anda disuruh oleh orang tua anda untuk mencium komputer di depan anda lalu anda menuruti, lalu apakah ini berarti anda menyembah komputer ? Tentu orang yg berfikiran jenih mengatakan tidak. Anda melakukan itu karena wujud taat dan tunduk kepada peintah orang tua, sebagai wujud bakti anda sebagai anak kepada orang tua. Nah begitulah ummat islam dalam melakukan sholat dan thowaf kenapa mereka menghadap batu dan mencium batu.Itu karena wujud ketaatan kepada Allah, Tuhan mereka memerintahkan dalam ajaran Nya supaya melakukan demikian. Mereka tidak menganggap batu itu istimewa

2. Tahun 930 sampai 951 hajar aswad pernah hilang dicuri dan disembunyikan oleh kaum Syi’ah golongan Ismailiyah Qarmathi.
Apakah dengan hilangnya batu itu lantas umat Islam lantas heboh dan tidak shalat lagi karena hajar aswad sudah tidak ada? Meski hajar aswad pernah hilang, namun selama 21 tahun itu umat Islam tidak pernah libur shalat. Seandainya umat Islam itu shalat menyembah hajar aswad, maka selama 21 tahun itu mereka libur shalat. Tapi nyatanya tidak. Umat Islam tetap shalat menghadap kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak, karena esensi mereka ialah mematuhi perintah Allah bukan menghadap dan menyembah batu.

3. Setelah Hajar Aswad itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada pecahan di sana sini, sehingga volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu hitam yang ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yang asli dengan yang imitasi. Apakah umat Islam heboh karena itu? Jawabnya: Tidak pernah! Sebab Tuhan yang disembah oleh umat Islam itu bukanlah batu tetapi Allah SWT. Batu boleh rusak dan hilang, tetapi Allah tetap ada dan kekal sampai selama-lamanya. Inilah bukti bahwa Allah bukan batu, dan batu tidak sama dengan Allah. Lagipula jika muslim menganggap Hajar Aswad adalah Allah, pasti akan banyak duplikat/tiruan batu itu di setiap Masjid? Seperti umat Hindu, Budha dan Kristen yang memajang patung Tuhan mereka untuk disembah, dipuja, tempat menghaturkan doa dsb di rumah ibadah masing-masing. Tapi nyatanya tidak ada satupun Masjid atau rumah seorang muslim yg punya duplikat/tiruan/patung/lukisan Hajar Aswad.

4. Dahulu pada masa Rasulullah SAW, para shahabat naik dan berdiri di atas Ka’bah ketika mengumandangkan azan (panggilan shalat). Mereka melakukan itu lima kali sehari. Rasulullah tak pernah menegur maupun melarangnya. Jika Ka’bah adalah Tuhan yang disembah oleh umat Islam, mana mungkin para shahabat ketika itu berani menginjak-injak Tuhannya?
5. Sampai saat ini, para petugas juga naik dan berdiri di atas Ka’bah ketika mengganti Kisywah (kain kelambu penutup Ka’bah). Ini juga bukti nyata bahwa sampai saat ini dan sampai kapan saja tak seorang pun umat Islam yang menyembah Ka’bah. Andai kata mereka menganggap Ka’bah sebagai tuhan yang disembah, mana mungkin mereka berani naik, berdiri dan menginjak Ka’bah?

6. Ketika thawaf dengan menunggang seekor unta, Rasulullah SAW pernah tidak mencium hajar Aswad, melainkan menyentuhnya dengan tongkat beliau. (HR. Bukhari juz 2 nomor 677). Jika Nabi pada waktu hidupnya menyembah hajar aswad, mana mungkin beliau berani menyentuh Tuhannya dengan sebuah tongkat sambil duduk di atas unta? Teladan Nabi ini membuktikan bahwa beliau tidak menyembah hajar aswad. Jika Hajar Aswad adalah Tuhan, tidak mungkin Rasulullah berani dengan lancangnya menyentuh hanya dengan tongkat bukan dengan tangan atau menghormatinya sedemikian rupa, apa Rasulullah tidak takut kualat? Tentu saja tidak karena Hajar Aswat bukanlah apa-apa


7. Ketundukan ini pula yang telah dilakukan oleh shahabat Umar RA ketika haji. Dalam hadits shahih dikisahkan bahwa beliau datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia menciumnya dan berkata:

 “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberikan mudharat dan tidak pula mendatangkan manfaat. Jika aku tidak melihat Rasulullah menciummu, maka aku tidak akan menciummu pula” (HR.Bukhari dari Abis bin Rabi’ah RA).

Jika memang Hajar Aswad adalah Allah, maka tentu saja Rasulullah akan marah dan membantah perkataan Umar tapi nyatanya TIDAK.

Camkan  ayat-ayat ini:
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan; TIDAK PULA ADA SEORANG PUN YANG SETARA DENGAN-NYA.” (QS al-Ikhlas: 1-4).


“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan TIDAK ADA SESUATUPUN YANG MENYERUPAI-NYA”. (Q.S. As-Syura: 11)

Jadi sangat jelas Allah tidak setara dengan makluknya dan tidak mungkin menyerupai makhluk-Nya. Apalagi dianggap sama dengan batu Hajar Aswad. Sudah jelas sekarang bahwa Hajar Aswad bukan Allah yang kami sembah


Sementara itu,  didalam Alkitab persisnya pada Kitab Keluaran Pasal 25, Kitab Yosua pasal 3, Kitab 1 Samuel pasal 4, dan kitab-kitab lainnya, disebutkan bahwa Nabi Musa dan para Nabi lainnya mengagungkan tabut perjanjian, mengharuminya, meminta pertolongan dengan perantaranya, dan mengaraknya berkeliling kota, seperti yang terdapat pada keterangan berikut ini dan keterangan-keterangan yang lainnya: 

Yosua_6:

(11) Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu.
(12) Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut TUHAN.
(13) Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup.
(14) Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja, lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya.
(15) Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali.
(16) Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu!
(17) Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia



Lalu disebutkan juga bahwa Yosua yang dianggap sebagai Nabi juga mengagungkan sebuah batu karena batu itu telah mendengar firman Allah dan akan menjadi saksi dihadapan kaumnya:

Yosua_24:
(26) Yosua menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN.
(27) Kata Yosua kepada seluruh bangsa itu: “Sesungguhnya batu inilah akan menjadi saksi terhadap kita, sebab telah didengarnya segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu batu ini akan menjadi saksi terhadap kamu, supaya kamu jangan menyangkal Allahmu.”

Orang Yahudi sampai sekarang mengagungkan dinding Al-Mabka (versi muslim disebut dengan dinding Al-Buraq) dan membaca Taurat di dekatnya.

Orang-orang Nasrani mencium gambar-gambar dan patung-patung yang mereka anggap Al-Masih (Nabi Isa as) dan Al-Adzra’ ((Maryam), padahal bentuknya berbeda-beda dari satu negara ke negara yang lainnya. Diantara mereka ada juga yang bersujud kepada gambar-gambar dan patung-patung itu agar mendapat berkah (menurut mereka) dan mereka berkata memuliakannya adalah pemuliaan Allah juga. Mereka juga mengagungkan salin, meletakkannya dikening mereka, menciumnya dan menganggap sebagai replika salib Al-Masih (menurut mereka), padahal logika sehat seharusnya mereka sangatlah membenci salib.


Mereka juga mengharapkan berkah dengan kue roti yang mereka buat dari tepung, minyak dan air, dan mereka melakukan sebuah ritual khusus untuk itu, kemudian mereka memakannya dan minum sedikit khamar bersamanya. Mereka mengatakan bahwa siapa yang memakan kue roti ini maka seakan-akan dia telah memakan daging Al-Masih dan telah meminum darahnya, dan berkahpun mengalir pada dirinya!! Dengan semua perbuatan ini, mereka melaksanakan perintah sesembahan mereka yang berkata kepada mereka (menurut mereka):

Yohanes_6:

(53) Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
(54) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
(55) Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
(56) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Lalu disebutkan pula dalam Alkitab:

Kejadian_28:
(10) Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
(11) Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
(12) Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
(13) Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
(14) Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
(15) Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.”
(16) Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”
(17) Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.”
(18) Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
(19) Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.
(20) Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
(21) sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
(22) Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”


Dikisahkan disini bahwa Nabi Ya’kub pergi ke Haran untuk bersembunyi ditempat Laban (pamannya dari pihak ibu), setelah mencuri sesuatu dari Esau (yang menurut mereka seorang Nabi). Di tengah perjalanan, dia meletakkan sebuah batu dikepalanya dan dapun tertidur.Dia bermimpi bahwasanya Allah ada ditempat ini. Dia lalu bangkit, mengambil batu dan menancapkannya seperti sebuah tiang, lalu dia menuangkan minyak diatas kepalanya. Dia myebutkan tempat ini sebagai Betel yang berarti rumah Allah. Lalu pada keterangan lain Alkitab menyebutkan bahwa tiang yang ditancapkannya dinamakan al-mushaffaah, sedangkan tempat itu dia sebut dengan nama Betel. setelah itu, mereka melakukan thawaf (berkeliling) disekitar batu tersebut:

“Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya. Dari tahun ke tahun ia berkeliling ke Betel, Gilgal dan Mizpa, dan memerintah atas orang Israel di segala tempat itu.” (1_Samuel_7:15-16)

LARANGAN MEMBUAT PATUNG DALAM AJARAN ISA AL MASIH TAPI DILANGGAR OLEH UMAT KRISTEN

Di dalam Al Kitab, cukup banyak larangan Allah untuk membuat berupa patung dan berhala atau sejenisnya, apalagi sujud menyembah di hadapan patung atau berhala tersebyt. Namun yang kita dapati, hampir setiap rumah umat Kristiani di pajang patung Yesus bersama Ibunya Maria….
Selain patung, gambar wajah Yesus dan maria hampir dipastikan terdapat disemua umat kristen. Dan umumnyanya mereka sangat menghormati patung, gambar atau lukisan wajah Yesus dan Ibunya Maria. Padahal sangat jelas Allah melarang dalam Alkitab, membuat atau menyembah kehadapan patung.
Keluaran 20: 4-5 Janganlah membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit diatas atau yang ada dibumi dibawah, atau yang ada didalam air di bawah bumi. jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya.
Ulangan 4:23 Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian Tuhan, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yg menyerupai apapun yg oleh Than, Allahmu dilarang kauperbuat.
Imamat 26:1 Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau  tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu, juga baru berukir janganlah kamu tempatkan di negrimu untuk dujud menyembah kepadanya, sebab Akulah Tuhan Allahmu.
Perintah Allah yg begitu jelas, tegas dan keras, sama sekali tidak di amalkan oleh semua umat Kristen, mereka dengan bangga memajang patung dan gambar Yesus dan Bunda Maria. Justru Umat Islam, dimanapun kita jumpai tdk pernah menemukan patung atau gambar Nabi Muhamad  atau Hajar Aswad di rumah mereka.
Allah Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: Ya, Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah Aku beserta anak cucuku dari pada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari[ada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Ibrahim: 35-36)

Dan surat yang lainnya (QS 6:74), (QS 26: 71-77). (QS. 21: 57-67)



udah dilarang bikin patung, masih juga dibikin, ga tanggung2 disembah pula
Nah loh, lagi ngapain tuh ibu2?
BERIKUT ADALAH AYAT-AYAT ALKITAB(BIBLE) YANG MENYATAKAN BAHWA TUHAN KRISTENER ADALAH GUNUNG BATU (TUMPUKAN BATU)!

2 Samuel 22:3
“Allahku, gunung BATU-ku, tempat aku berlindung, perisaiku,tanduk kesela…matanku, kota bentengku,tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.”

2 Samuel 22:47
TUHAN hidup! TerpujilahGUNUNG BATU-ku, dan ditinggikanlah kiranya Allah GUNUNG BATU keselamatanku,

Mazmur 18:2
(18-3) Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, GUNUNG BATU-ku, tempat aku berlindung, perisaiku,tanduk keselamatanku, kota bentengku!

Mazmur 18:46
(18-47) TUHAN hidup! Terpujilah GUNUNG BATU-ku, dan mulialah Allah Penyelamatku,

Mazmur 19:14
(19-15) Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, GUNUNG BATU-ku dan penebusku.

Mazmur 28:1
Dari Daud. Kepada-Mu,ya TUHAN, GUNUNG BATU-ku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur.

Mazmur 42:9
(42-10) Aku berkata kepada Allah, GUNUNG BATU-ku:”Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?”

Mazmur 62:2
(62-3) Hanya Dialah GUNUNG BATU-ku dan keselamatanku, kota bentengku,aku tidak akan goyah.

Mazmur 62:6
(62-7) Hanya Dialah GUNUNG BATU-ku dan keselamatanku, kota bentengku,aku tidak akan goyah.

Mazmur 73:26
Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, GUNUNG BATU-ku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Mazmur 92:15
(92-16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia GUNUNG BATU-ku dan tidak ada kecuranganpada-Nya.

Mazmur 144:1
Dari Daud. TerpujilahTUHAN, GUNUNG BATU-ku, yang mengajar tanganku untuk bertempur,dan jari-jariku untuk berperang;

JADI SIAPA DUNK YANG TERBUKTI MENYEMBAH BERHALA?!
Wallahu’alam bishshowab…

Cara mengatasi tulisan windows 7 build 7600 this copy of windows not genuine


Pernah kah komputer/laptop anda muncul tulisan "Windows 7 build 7600 this copy of windows not genuine" di pojok kanan bawah seperti pada gambar di samping? penyebabnya karena windows yang terinstal pada laptop anda bajakan alias bukan asli. Anda ingin menghilangkan tulisan tersebut? Tidak uash khawatir, untuk mengatasinya ada dua cara yang dapat anda lakukan. Cara yang pertama sudah pernah saya lakukan (karena masalah ini juga pernah saya alami) dan berhasil. Berikut langkah-langkahnya :



Cara yang Pertama :
1.  Buka dan masuk ke folder C:/Windows/System32 kemudian cari file cmd ataucmd.exe.
2.  Setelah ketemu, klik kanan file tersebut dan pilih Run as administrator. 


3.  Kemudian pada tampilan tersebut ketik slmgr.vbs -rearm . Pehatikan gambar berikut:


4.  Setelah itu tekan enter dan pilih "ok". Kemudian Restart komputer anda.
5.  Selesai. Sekarang tulisan "Windows 7 build 7600 this copy of windows not genuine" pada layar destop anda sudah hilang.